Di Italia, demonstrasi serupa terjadi di Milan dan sejumlah kota lain, termasuk Turin dan Bologna. Aksi tersebut juga berangkat dari persoalan biaya hidup dan kesejahteraan masyarakat, tetapi memiliki konteks politik domestik tersendiri.
Laporan Al Jazeera pada 17 Oktober menyebut demonstrasi terkait biaya hidup berlangsung di beberapa negara Eropa, termasuk Prancis, Italia, Belgia, dan Portugal. Gelombang aksi ini menunjukkan bahwa tekanan ekonomi dan persoalan keterjangkauan hidup menjadi perhatian di berbagai negara.
Meski berlangsung hampir bersamaan, belum ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa kerusuhan di Milan merupakan akibat langsung dari kerusuhan di Prancis atau bahwa keduanya dikendalikan oleh satu kelompok yang sama.
Kesamaan waktu dan tuntutan lebih tepat dipahami sebagai cerminan keresahan sosial yang muncul di sejumlah negara Eropa secara bersamaan.
Respons pemerintah Italia terhadap kerusuhan
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengecam tindakan kekerasan yang terjadi selama demonstrasi. Ia menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, tetapi tindakan membakar fasilitas umum, menjarah toko, dan menyerang polisi tidak dapat dibenarkan.
Wali Kota Milan Giuseppe Sala juga menyatakan bahwa alasan masyarakat melakukan protes dapat dipahami, tetapi kekerasan terhadap aparat dan kerusakan serius terhadap kota tidak bisa dibenarkan.
Pemerintah Italia menghadapi tantangan untuk menjaga ketertiban tanpa mengabaikan persoalan ekonomi yang menjadi latar belakang demonstrasi. Penindakan terhadap pelaku kekerasan perlu dibedakan dari upaya menjawab tuntutan warga yang disampaikan secara damai.
Reuters melaporkan pada 18 Oktober bahwa Meloni berencana menggelar pertemuan pemerintah pada Senin (19/10) untuk membahas situasi keamanan dan kerusuhan di sejumlah kota.
Pertemuan tersebut menjadi penting untuk menentukan langkah pemerintah dalam mencegah bentrokan susulan, melindungi fasilitas umum, dan menangani dampak kerusakan akibat kerusuhan.
Kerusuhan di Milan memperlihatkan bagaimana demonstrasi yang berangkat dari persoalan ekonomi dapat berkembang menjadi masalah keamanan ketika sebagian kelompok melakukan kekerasan.
Di Italia, bentrokan juga dilaporkan terjadi di Turin dan Bologna pada akhir pekan yang sama. Sementara itu, Prancis masih berupaya memulihkan kondisi setelah kerusuhan yang menyebabkan kerusakan bangunan publik, penjarahan toko, dan ribuan penangkapan.
Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah rangkaian peristiwa tersebut akan berkembang menjadi gelombang kerusuhan berkepanjangan di Eropa. Perkembangan situasi akan bergantung pada respons pemerintah, kondisi ekonomi, serta kemampuan aparat menjaga keamanan tanpa memperburuk ketegangan dengan masyarakat.
Pemerintah juga perlu memberikan perhatian terhadap akar persoalan, seperti tingginya biaya hidup, keterjangkauan hunian, upah, dan kualitas layanan publik.