Dari keterangan para saksi tersebut, diketahui para korban mengalami perilaku yang hampir sama sejak dititipkan, yakni gemar menyakiti diri sendiri. Saksi ID menjelaskan, anaknya kerap melukai diri hingga gemar mengikat tangan dan kakinya sendiri.
"Ya itu memukul, mencubit. Terus setelah saya amati itu, B (menyebut nama anak) suka main ikat-ikat, ikat kakinya, ikat tangannya," terang saksi ID dalam persidangan, Rabu (26/8/2026).
Selain kondisi psikologis seperti itu, saksi ID juga memaparkan, di tubuh anaknya kerap ia temui luka lebam hingga luka goresan. Saksi ID pun sering menanyakan perihal luka tersebut kepada admin melalui pesan singkat.
"Luka lebam, goresan, itu tiap bulan pasti ada. Entah 1-2 pasti ada. Saya sudah beberapa kali konfirmasi lewat chat WA, pernah beberapa kali menanyakan langsung," jelas Saksi ID.
"(Jawaban dari pengasuh) Selalu dibenturkan ke anaknya. Pernah sekali di pelipis ada benjol di tengahnya ada (luka) goresan, (penjelasan pengasuh) itu katanya anaknya lari, jatuh, terus kepentok lego," sambungnya.
Keterangan serupa juga disampaikan 9 saksi lainnya yang kejadiannya hampir mirip. Seperti saksi AN, ia mengatakan anaknya juga kerap menyakiti diri.