"Beijing yakin bahwa China dan AS akan saling mengimbangi satu sama lain dalam waktu dekat," kata Mikko Huotari, Direktur lembaga think tank MERICS yang berbasis di Berlin dan berfokus pada China. "Itulah tepatnya yang mereka lakukan. Xi tidak membutuhkan terobosan di Washington, melainkan waktu. Hal yang sama berlaku bagi Washington. Ini adalah posisi yang sama-sama buntu bagi kedua negara."

Kanada telah mengalami sendiri bagaimana negara-negara adidaya menggunakan integrasi ekonomi sebagai senjata dan menggunakan tarif sebagai alat tekanan. Pada Januari 2026, Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyatakan dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, "Tatanan dunia lama telah berakhir – kita tidak perlu mengingatnya kembali."

Sebagai tanggapan atas kenaikan berulang-ulang atas bea khusus AS, pemerintah Kanada memberlakukan bea masuk khusus terhadap baja, furnitur, dan keju dari AS pada akhir Agustus.

Carney memandang negaranya sebagai "middle power" atau kekuatan menengah, "Kekuatan besar memiliki skala pasar, kapasitas militer, dan pengaruh untuk menentukan aturan main. Kekuatan menengah tidak memiliki hal itu. Namun, ketika kita bernegosiasi secara bilateral dengan kekuatan dominiasi, kita melakukannya dengan posisi yang lemah. Kami menerima apa yang didiktekan kepada kami, dan bersaing untuk menjadi yang paling akomodatif. Ini bukanlah kedaulatan," jelas Carney dengan pesan yang jelas kepada Washington. Ia menyerukan persatuan, "Jika kami tidak duduk di meja perundingan, kami akan jadi 'santapan' (pihak yang diputuskan nasibnya)."

Awal 2026, Carney mengunjungi China dan menyepakati kemitraan strategis baru. Ottawa kemudian menurunkan tarif impor mobil listrik China dari 100 persen menjadi 6,1 persen. Kuotanya sebesar 49.000 unit per tahun.

Minggu lalu, Uni Eropa menawarkan keanggotaan Uni Eropa kepada pemerintah Kanada. Carney menunjukkan ketertarikannya. Trump menyebut gagasan itu 'konyol' dan kembali mengancam akan memberlakukan tarif. "Jika mereka melakukannya, saya menganggapnya sebagai tindakan bermusuhan, saya akan menghentikan perdagangan dengan Eropa."

China baru saja menggencarkan upaya pendekatan terhadap sekutu-sekutu AS, "lebih tepatnya sekutu-sekutu yang rapuh," kata Direktur MERICS, Huotari. Pada pertengahan September, KTT BRICS berlangsung di India. Xi hadir di sana. Ia juga menghadiri KTT Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) di Kirgistan. Pada bulan November, China akan menjadi tuan rumah KTT G-20. "Xi berusaha lewat partisipasinya memperoleh keuntungan dari formasi geopolitik baru. Ini merupakan perkembangan baru."

Perdana Menteri Kanada Carney menyebut bentuk diplomasi baru ini sebagai "geometri variabel" yakni aliansi yang berbeda untuk isu-isu yang berbeda berdasarkan nilai-nilai dan kepentingan bersama. Pada bulan November, ia akan bertolak ke Shenzhen untuk menghadiri KTT G-20. Uni Eropa juga akan turut berunding, tak sekadar jadi 'santapan' atau pihak yang ditentukan nasibnya.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman