Nasional
HALAMAN 2 DARI 3
Ketidakpastian tinggi, BI terus hadir di pasar untuk jaga rupiah
Bank Indonesia (BI) memastikan terus hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar sesuai fundamental dan memastikan mekanisme pasar berjalan baik, seiring de
Redaksi NadiKabar
✓
Redaksi NadiKabar
•
Dipublikasikan: Kamis, 24 September 2026 pukul 14:00 WIB
• ⏱ 2 menit baca
Lebih lanjut, intervensi dilakukan secara konsisten melalui transaksi non-deliverable forward (NDF) di pasar offshore, spot dan DNDF di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Koordinasi dan komunikasi dengan korporasi dan pelaku pasar juga terus diperkuat.
Erwin menjelaskan, pelemahan rupiah dipengaruhi ekspektasi pengetatan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) di tengah kekhawatiran inflasi global dan outlook fiskal.
Kondisi tersebut mendorong imbal hasil atau yield US Treasury 10 tahun naik hingga 5,11 persen, tertinggi sejak 2007.
Pedoman Media Siber: NadiKabar.com berkomitmen mematuhi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers Indonesia. Apabila ada hak jawab atau koreksi, silakan hubungi redaksi melalui kanal kontak kami.