Nasional
HALAMAN 3 DARI 3
Ketidakpastian tinggi, BI terus hadir di pasar untuk jaga rupiah
Bank Indonesia (BI) memastikan terus hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar sesuai fundamental dan memastikan mekanisme pasar berjalan baik, seiring de
Redaksi NadiKabar
✓
Redaksi NadiKabar
•
Dipublikasikan: Kamis, 24 September 2026 pukul 14:00 WIB
• ⏱ 2 menit baca
Tekanan juga berasal dari ketidakpastian konflik Timur Tengah yang meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak dunia, sehingga harga minyak Brent kembali di atas 100 dolar AS per barel.
Sedangkan dari domestik, tekanan nilai tukar dipengaruhi kebutuhan valas importir menjelang akhir triwulan III dan arus keluar portofolio dari aset emerging markets.
Secara umum, menurut BI, pergerakan rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan, dengan penguatan secara quarter to date (qtd) sebesar 0,46 persen. Sementara cadangan devisa meningkat menjadi 146,5 miliar dolar AS pada akhir Agustus 2026.
Pedoman Media Siber: NadiKabar.com berkomitmen mematuhi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers Indonesia. Apabila ada hak jawab atau koreksi, silakan hubungi redaksi melalui kanal kontak kami.