​"Selama periode 2022–2026, IPM Kalimantan Timur rata-rata meningkat sebesar 0,87 persen per tahun. Angka ini menunjukkan adanya kemajuan yang berkelanjutan dalam aspek-aspek dasar pembangunan manusia di wilayah ini," ujar Rifai.Pada 2022, IPM Kalimantan Timur berdiri di angka 77,36, sudah berada di ambang batas kategori tinggi. Tahun demi tahun, angka ini terus naik perlahan tapi pasti.

Kemudian pada 2023 menyentuh 78,12, tahun 2024 mencapai 78,79, tahun 2025 menembus 79,39, dan kini di tahun 2026, untuk pertama kalinya Bumi Etam ini melangkah masuk ke zona IPM sangat tinggi dengan angka 80,09.

Sebuah perjalanan yang membuktikan bahwa kemajuan yang kokoh dibangun atas langkah-langkah konsisten, bukan lari terburu-buru yang mudah kehabisan napas di tengah jalan.