Setelah jalurnya siap, perhatian perlu bergeser pada aktivitas ekonomi yang tumbuh dan nilai yang tercipta di sepanjang jalur tersebut.
Ketika perjalanan barang menjadi lebih mudah, kebutuhan terhadap pengumpulan, penyimpanan, pengemasan, pembiayaan, pengangkutan, hingga distribusi ikut meningkat. Ruang ekonomi baru muncul di antara sentra produksi dan pasar.
Perdagangan lintas batas Kalimantan Barat sudah memperlihatkan arah tersebut. Nilai ekspor melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang meningkat dari Rp58,73 miliar pada 2023 menjadi Rp75,39 miliar pada 2024 dan Rp101,74 miliar pada 2025.