Mula-mula, pengemudi berusaha menunjukkan dominasinya dengan mengebut, membunyikan klakson, memberi isyarat, atau berteriak. Ketika cara itu tidak berhasil, keinginan untuk menghukum bisa muncul. Prakash menyebutnya sebagai "ilusi keadilan melalui pembalasan".

Sosiolog Dipankar Gupta menilai amarah di jalan raya terjadi "karena aturan lalu lintas tidak ditegakkan secara tegas". Persoalan ini pun tidak terbatas pada pengemudi SUV.

"Pengendara sepeda motor juga terlibat dalam perselisihan di jalan," katanya kepada DW.

"Ini seperti anak yang tidak didisiplinkan, lalu mengamuk," ujar Gupta, menggambarkan lemahnya kedisiplinan berlalu lintas secara lebih luas. Ketika aturan terus diabaikan dan orang enggan menanggung konsekuensinya, menurut Gupta, situasinya menjadi seperti "adu jotos" di sekolah.

Namun, dengan keberadaan kamera di mana-mana, perilaku semacam itu kini semakin sulit luput dari perhatian.

"Kemarahan itu bukan hal baru. Yang berubah adalah sekarang semua orang punya kamera, baik kamera dasbor, kamera di helm, maupun ponsel," kata Deepanshu Gupta, salah satu pendiri organisasi nirlaba keselamatan jalan CrashFree India, kepada DW.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa merekam kejadian tidak sama dengan mencegahnya.

"Setiap pengemudi tahu bahwa kemungkinan mereka benar-benar harus menanggung konsekuensi sangat kecil," ujarnya.

"Apa pun yang terus dibiarkan akan menjadi budaya. Mengemudi secara agresif dianggap biasa di sini, tetapi budaya bisa berubah melalui penegakan hukum," kata Deepanshu Gupta.

Ia juga menjelaskan bahwa India belum mengatur perilaku agresif di jalan raya sebagai tindak pelanggaran tersendiri. Akibatnya, polisi harus memilih antara ketentuan tentang mengemudi ugal-ugalan dan tuduhan yang jauh lebih berat, seperti percobaan pembunuhan.

"Hampir tidak ada pilihan di antara keduanya," katanya.

Dalam kondisi seperti ini, pengemudi memikul tanggung jawab besar, terutama ketika kendaraan berukuran besar terlibat perselisihan dengan pengguna jalan yang lebih rentan.

"Semakin besar kendaraan yang Anda bawa ke jalan, semakin besar pula tanggung jawab Anda untuk menjaga keselamatan pengguna jalan lain," ujarnya.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Ausirio Sangga Ndolu