NADIKABAR.COM — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Medan, Sumatera Utara Airin Waas menyebut pelibatan desainer merupakan upaya untuk memperluas pasar wastra lokal semakin terkenal di kalangan masyarakat lebih luas.

"Salah satu upaya kami memperkenalkan produk lokal dengan menggandeng desainer dan perajin berpengalaman," ujar Airin Waas pada Talkshow Medan Fashion Culture Festival 2026 di Medan, Sabtu.

Menurut dia, pelibatan desainer dan perajin di kegiatan fesyen seperti festival tersebut sebagai langkah konkret memperkenalkan produk lokal di kancah nasional maupun internasional.

Selain itu, kata dia, pelibatan desainer berpengalaman tersebut sebagai upaya mendongkrak para perajin lokal untuk terus mengembangkan produknya.

"Kegiatan ini melibatkan berbagai desainer yang telah berpengalaman. Ini sebagai upaya untuk memperkenalkan produk lokal serta jadi motivasi perajin lokal," kata dia.

Airin Waas dalam kesempatan itu mengatakan festival yang mengangkat tema Ulos In Innovation menggandeng delapan desainer lokal dan dua desainer nasional.

Airin mengatakan pelibatan desainer dalam agenda tahunan Dekranasda Kota Medan tersebut diharapkan dapat menghasilkan produk ulos yang lebih inovatif sekaligus memperluas pemanfaatan-nya dalam industri fesyen modern.

"Pengembangan ulos perlu didukung melalui kegiatan fesyen yang melibatkan para desainer baik tingkat nasional maupun internasional agar semakin dikenal oleh masyarakat luas," sebut dia.

Dalam memperluas pasar wastra lokal, Airin mengatakan pemerintah kota setempat juga menggencarkan berbagai kegiatan berbasis pembinaan.

Ia mengatakan pemerintah kota setempat telah meresmikan Galery Mustika Deli Dekranasda Kota Medan sebagai wadah para pelaku usaha mengembangkan produknya.

Selain itu, kata dia pihaknya juga akan mengelar berbagai pameran-pameran strategis yang melibatkan pemangku kebijakan terkait baik tingkat lokal maupun nasional.

"Dekranasda Kota Medan untuk terus menggalakkan, mempromosikan, serta melestarikan warisan leluhur, khususnya ragam wastra daerah yang dikemas dalam sentuhan modern," ujarnya.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas mengatakan festival yang dilaksanakan 13-18 Oktober 2026 menjadi salah satu mengembangkan wastra lokal di wilayah itu.

Menurut dia, festival yang merupakan gagasan Dekranasda Kota Medan membuka peluang bagi pengrajin terus menghasilkan karya yang dapat membanggakan bagi daerah.

"Dukungan dengan menyediakan wadah seperti festival tersebut menjadi langkah konkret mendorong untuk mengembangkan kerajinan lokal di wilayah itu," ujar Rico Waas.