Kedua pihak menandatangani kerja sama di bidang riset, inovasi, dan program magang untuk menghubungkan pengembangan kemampuan di perguruan tinggi dengan kebutuhan industri keamanan siber.

Babak penyisihan HIDC yang berlangsung sejak 17 Agustus 2026 diikuti 410 peserta dalam 136 tim. Dari tahapan tersebut, tiga tim dengan total sembilan peserta melaju ke babak final.

Ketiga finalis tersebut adalah Boys Who ChatGPT, Petir Pemecut Handal, dan HIB Hoshiyomis. Para finalis berusia di bawah 30 tahun dengan latar belakang mahasiswa maupun profesional, termasuk beberapa di antaranya yang telah bekerja di luar negeri.

Co-Founder dan Owner Spentera Group Royke Lumban Tobing mengatakan peningkatan ancaman siber perlu diimbangi dengan percepatan penyiapan tenaga ahli yang memiliki kompetensi sekaligus memahami etika keamanan siber.

β€œKita membutuhkan jauh lebih banyak tenaga ahli keamanan siber yang beretika. Kebutuhan dan ketersediaan SDM kesenjangannya masih terlalu besar,” ujar Royke.

Menurut dia, keamanan siber merupakan bagian penting dari keamanan nasional karena berkaitan dengan perlindungan warga negara dan kedaulatan nasional.

HIDC 2026 menguji peserta melalui delapan tahap dengan sejumlah skenario, antara lain pengamanan fisik, penggunaan software-defined radio (SDR), pengujian keamanan melalui pendekatan red team, serta respons pertahanan menggunakan pendekatan blue team.