NADIKABAR.COM β€” Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Heddy Lugito menyebut anggapan Pemilu 1955 sebagai pemilu terbaik di Indonesia merupakan mitos karena minimnya pengawasan dan dokumentasi pada masa itu.

"Tadi Mas Totok menyampaikan pemilu terbaik itu Pemilu 1955. Saya tidak sependapat, itu mitos," ujar Heddy saat menghadiri peringatan HUT ke-73 KPU di Jakarta, Sabtu.

Heddy menyampaikan pandangan tersebut merespons sambutan Anggota Bawaslu Totok Heriyono yang menyinggung semangat penyelenggaraan Pemilu 1955.

Menurut Heddy, anggapan Pemilu 1955 sebagai pemilu terbaik muncul karena pada masa itu belum tersedia perangkat pengawasan dan teknologi pencatatan seperti saat ini.

Selain belum adanya Bawaslu dan DKPP, jumlah pengamat dan wartawan yang meliput proses pemilu juga masih terbatas sehingga berbagai kekurangan penyelenggaraan tidak banyak terdokumentasikan.

"Banyak cacatnya karena belum direkam, belum ada DKPP, belum ada Bawaslu, belum ada pengaduan. Sifatnya satu arah karena pengamatnya tidak ada, makanya dianggap terbaik," katanya.

Meski mengkritisi anggapan tersebut, Heddy tetap optimistis penyelenggaraan pemilu pada masa mendatang dapat berjalan lebih baik.