Dalam kesempatan itu, Heddy juga menyampaikan guyonan mengenai peringatan hari lahir KPU yang kini berusia 73 tahun. Menurut dia, peringatan tersebut baru pertama kali digelar selama empat tahun masa jabatannya sebagai Ketua DKPP.

"KPU sudah berusia 73 tahun, tapi baru diperingati. Agak aneh bagi saya. Selama empat tahun jadi Ketua DKPP, baru kali ini diperingati. Jadi, lahir langsung tua," katanya sambil bergurau.

Dia menambahkan, bertambahnya usia KPU seharusnya diikuti peningkatan kebijaksanaan dalam mengawal demokrasi di Indonesia.

Heddy bahkan bergurau bahwa apabila sistem pemilu telah berjalan dengan baik, keberadaan lembaga pengawasan dan pemantau pemilu tidak lagi diperlukan.

"Nanti kalau semua sudah berjalan baik, KPU-nya sudah berjalan baik, tidak perlu lagi Bawaslu. Mas Totok pensiun, tidak diperlukan DKPP," ujarnya.

Heddy juga menyoroti dinamika pekerjaan anggota KPU yang menurut dia tidak berakhir meskipun tahapan pemungutan suara telah selesai.

"Enaknya jadi anggota KPU itu meskipun pemilunya sudah selesai, pekerjaan belum selesai. Bupati sudah dilantik, KPU-nya masih dipersoalkan terus saja. Gubernurnya sudah dilantik, KPU-nya masih dimasalahkan," katanya.