"Bonus demografi, perkembangan teknologi, serta pembangunan IKN menjadi momentum yang harus dimanfaatkan untuk melahirkan pemimpin dan inovator baru," kata Sultan.

Sultan juga menceritakan perjalanan kepemimpinannya yang dimulai dari organisasi pengusaha muda, kemudian menjadi Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu, senator, Wakil Ketua DPD RI, hingga dipercaya memimpin DPD RI.

Sultan menegaskan pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan dapat dibangun melalui keberanian, kerja keras, pengalaman organisasi, dan kemauan untuk terus belajar.

Teknologi robot terbang atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV), kata Sultan, memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan dalam berbagai bidang, mulai dari pemetaan wilayah, mitigasi bencana, pengawasan lingkungan, logistik, pertanian, hingga pengelolaan infrastruktur.

"Robot yang kalian kembangkan hari ini bukan hanya untuk diperlombakan. Teknologi ini harus bisa memberi manfaat bagi masyarakat dan membantu Indonesia menghadapi tantangan di masa depan," kata Sultan.

Sultan juga mengapresiasi penyelenggaraan KRTI di IKN. Menurutnya, kehadiran mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di ibu kota baru menunjukkan pembangunan IKN tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia dan teknologi.

Menurut Sultan, IKN harus menjadi ruang bagi anak muda untuk berinovasi, berkolaborasi, dan menguji gagasan-gagasan baru. Ibu kota baru tersebut diharapkan dapat menjadi simbol Indonesia yang modern, maju, hijau, dan berbasis teknologi.