"Indonesia Emas tidak cukup hanya dibicarakan. Indonesia Emas harus dipersiapkan dan diwujudkan oleh generasi muda yang berani mengambil tanggung jawab," ujar Sultan.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menambahkan Nusantara dirancang sebagai kota masa depan yang cerdas, hijau, inklusif, dan berbasis teknologi. Oleh karena itu, IKN terbuka untuk menjadi ruang kolaborasi sekaligus living laboratory bagi pengembangan inovasi anak bangsa.

Basuki menilai KRTI memiliki nilai strategis karena mempertemukan kreativitas mahasiswa dengan kebutuhan pembangunan kota modern.

"Kami berharap KRTI tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga melahirkan inovasi yang dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi Indonesia," kata Basuki.

KRTI 2026 berlangsung pada 21-25 September 2026. Para peserta berkompetisi dalam lima kategori, yakni Racing Plane, Fixed-Wing, Vertical Take-Off and Landing (VTOL), Technology Development, serta Long Endurance Low Altitude (LELA).

Penyelenggaraan KRTI di IKN juga mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem riset, inovasi, dan pengembangan talenta teknologi nasional.

Sebagai informasi, acara tersebut turut dihadiri oleh Anggota Komisi VIII DPR RI Hetifah Sjaifudian; Anggota DPD RI Dr Yulius Henock Sumual; Yulita Priyoningsih yang mewakili Direktur Belmawa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI (Kemendiktisaintek); Dr Ir Fitriansyah yang mewakili Gubernur Kaltim; serta dewan juri.