NADIKABAR.COM — Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamuddin mengatakan Musyawarah Nasional (Munas) XI Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) harus mampu menghasilkan gagasan dan program yang memperkuat organisasi serta meningkatkan kapasitas profesi perawat di Indonesia.
"Pastikan bahwa munas ini melahirkan gagasan, ide program yang ke depan itu memang membuat organisasi keperawatan makin eksis dan membuat perawat kita sendiri pertama naik kelas, kedua memang perawat makin hari makin diperhatikan," kata Sultan B Najamuddin di Bengkulu, Jumat.
Sultan menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Munas XI PPNI di Bengkulu. Munas tersebut menjadi ajang pertemuan perawat dari seluruh provinsi di Indonesia.
Menurut dia, Munas PPNI jangan hanya semata-mata menjadi agenda rutin organisasi untuk memilih ketua umum, tetapi juga harus menghasilkan program yang membawa kemajuan bagi organisasi keperawatan dan para anggotanya.
Dia juga mengatakan bahwa di sisi parlemen, legislatif termasuk DPD RI memiliki tanggung jawab untuk memastikan regulasi dan dukungan negara berpihak kepada organisasi keperawatan Indonesia agar profesi tersebut memperoleh perhatian yang memadai.
Sultan juga mengapresiasi keputusan PPNI yang memilih Provinsi Bengkulu sebagai lokasi pelaksanaan munas karena kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta dari seluruh Indonesia untuk mengenal daerah itu secara langsung.
"Saya memberikan apresiasi bagi kawan-kawan dari timur (Indonesia) yang rencananya munas dilangsungkan di sana, tetapi akhirnya memberikan kesempatan munas berlangsung di Bengkulu," kata dia.
Sultan menilai sejarah Bengkulu memiliki nilai penting yang harus terus dijaga dan diperkenalkan kepada masyarakat luas, termasuk melalui penyelenggaraan kegiatan berskala nasional yang menghadirkan peserta dari berbagai daerah seperti kali ini.
Selain membahas penguatan organisasi keperawatan, Sultan juga menyampaikan komitmennya untuk memperluas akses beasiswa bagi mahasiswa asal Bengkulu agar mereka dapat melanjutkan pendidikan tanpa terbebani persoalan biaya.
Dia mengatakan telah mengupayakan penambahan kuota beasiswa melalui komunikasi dengan kementerian terkait dan akan terus memperjuangkan tambahan bantuan pendidikan bagi mahasiswa di daerah tersebut.
"Ke depan saya akan tambah lagi sebanyak-banyaknya agar mahasiswa-mahasiswa Bengkulu betul-betul bisa berkuliah dengan tenang, fokus, dan tanpa harus berpikir tentang biaya," kata Sultan.
Sementara itu, Ketua PPNI Provinsi Bengkulu Fauzan Adriansah mengatakan Munas XI PPNI diikuti sekitar 1.500 peserta dari 34 provinsi di Indonesia. Munas tersebut mengagendakan pemilihan ketua umum untuk periode 2026–2031 serta pembahasan program organisasi.
Dia mengatakan forum tersebut juga menjadi kesempatan untuk membangun sinergi organisasi keperawatan dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, termasuk membahas peningkatan kesejahteraan dan kapasitas perawat.
Selain agenda organisasi, pelaksanaan munas di Bengkulu juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan sejarah, budaya, kuliner, dan pariwisata daerah kepada peserta dari berbagai wilayah Indonesia.