NADIKABAR.COM — Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Republik Indonesia (LPJK RI) Insannul Kamil bersama delegasi dari Laos dan China menghadiri Kompetisi Robot Konstruksi Guangdong, Hong Kong–Macao ke-2 di Guangzhou NanSha International Convention and Exhibition Center (NSICEC) untuk melihat perkembangan teknologi pintar konstruksi berbasis robot.
“Kompetisi ini menampilkan perkembangan terbaru industri konstruksi yang mengedepankan digitalisasi, konsep ramah lingkungan, serta integrasi teknologi dalam proses pembangunan,” kata Insanul Kamil dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu
Menurut dia, berbagai robot konstruksi dan teknologi pintar dipamerkan sebagai bagian dari upaya transformasi industri konstruksi modern.
Kunjungan tersebut dilakukan atas undangan panitia penyelenggara yang menghadirkan berbagai inovasi teknologi konstruksi cerdas dari kawasan Greater Bay Area Guangdong, Hong Kong, dan Macao.
Kegiatan ini diikuti oleh instansi pemerintah dari Guangdong, Hong Kong, dan Macao, lembaga penelitian, perguruan tinggi, perusahaan inovasi teknologi, akademisi, serta berbagai tim peserta dari sektor konstruksi.
“Kompetisi ini menjadi platform dan hub kolaborasi teknologi industri konstruksi tingkat tinggi yang mendorong pertukaran teknologi," kata Dosen Fakultas Teknik Universitas Andalas (Unad) itu.
Kemudian pengembangan talenta Sumber Daya Manusia (SDM) konstruksi, sinergi industri, dan saling berbagi hasil inovasi.
Ia menambahkan kegiatan ini menunjukkan bagaimana teknologi robotika mulai memainkan peran penting dalam meningkatkan efisiensi, keselamatan kerja, dan kualitas pembangunan di sektor konstruksi.
Kompetisi robot cerdas industri konstruksi, lanjutnya, diharapkan mampu mempercepat transformasi industri konstruksi tradisional menuju industri yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
"Kegiatan kompetisi robot cerdas industri konstruksi ini diharapkan dapat mendorong dan mengakselerasi transformasi," kata Insannul yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang SDM Profesi Teknik dan Industri.
Selain itu mampu peningkatan industri konstruksi tradisional serta mendukung pengembangan industri konstruksi cerdas yang berkualitas tinggi.
“Delegasi memperoleh gambaran lebih dekat mengenai perkembangan robot konstruksi dan kemajuan industri konstruksi cerdas yang saat ini berkembang pesat di China,” kata Insannul Kamil.