Berbeda dengan jalur SNPMB seperti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), ia menjelaskan, penyelenggaraan jalur mandiri merupakan tanggung jawab masing-masing perguruan tinggi.

"Jalur mandiri itu kan memang berada di bawah tanggung jawab masing-masing PTN. Maka, menjadi kewajiban dari masing-masing PTN selaku penyelenggara untuk berkomitmen menyelenggarakan sistem penerimaan masyarakat baru jalur mandiri ini dengan penuh integritas," ujarnya.

Eduart mengatakan, pihak MRPTNI akan membahas respons yang tepat atas kejadian ini untuk memastikan sistem seleksi ke depan transparan dan akuntabel.

"Karena kita juga tidak ingin menghakimi siapapun di sini, tetapi memang kita harus memastikan bahwasanya sistem seleksi yang dilakukan oleh PTN-PTN ini sejatinya dengan nafas transparansi dan akuntabilitas yang baik, gitu. Kalaupun ada misalnya PTN seperti hari ini yang ditemukan fraud itu, tidak bisa dikatakan bahwasanya sistem di seluruh PTN seperti itu. Karena sampai hari ini, insyaallah yang lain-lainnya aman," ujarnya.

Ditanya soal potensi adanya sanksi kolektif dan pakta integritas, Eduart tidak menutup kemungkinan pakta integritas baru selama masih dalam tujuan akuntabilitas dan transparansi sistem seleksi.

"Yang pasti, kalau pakta integritas dalam koridor untuk membuat sistem seleksi ini menjadi baik, akuntabel dan transparan, pasti kami akan dukung," ucapnya.

Eduart mengatakan, potensi fraud di PTN muncul selaras dengan tingginya animo calon mahasiswa baru, seperti yang terjadi di fakultas kedokteran.