NADIKABAR.COM — Ketua MPR RI Ahmad Muzani beserta jajaran melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Natuna di Kepulauan Riau. Pimpinan MPR mendapatkan sejumlah aspirasi dan berkomitmen akan meneruskan kepada pemerintah pusat.
Kunjungan kerja pimpinan MPR RI terlaksana, Rabu (30/9/2026). Selain Muzani hadir Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) hingga Sekretaris Fraksi PKS MPR Johan Rosihan.
Kedatangan pimpinan MPR diterima oleh Bupati Natuna Cen Sui Lan dan Wakil Bupati Natuna Jarmin. Muzani menyoroti Natuna yang merupakan daerah perbatasan dengan sejumlah negara.
"Hari ini pimpinan MPR Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja di daerah perbatasan, di Pulau Natuna, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Dipilihnya Natuna adalah karena ini adalah bagian dari daerah perbatasan dan berbatasan langsung dengan delapan negara sekaligus. Ada Malaysia, ada Singapura, ada Vietnam, ada Thailand, ada Filipina, China, dan ini menjadi satu kawasan yang sangat strategis bagi kita," kata Muzani di Kantor Bupati Natuna.
Ia menekankan Natuna memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Pihaknya menyoroti prioritas di Natuna tak hanya soal pertahanan dan keamanan, melainkan kemakmuran bagi rakyat yang tinggal.
"Yang kedua, Natuna adalah salah satu daerah yang tercatat sebagai salah satu kabupaten terkaya di Indonesia yang memiliki sumber daya alam karena itu MPR RI datang ke sini pertama untuk memastikan bahwa negara hadir dalam daerah perbatasan," kata Muzani.
"Karena daerah perbatasan itu dalam pandangan kami, bukan hanya dijaga secara keamanan dan pertahanannya, tapi juga dari sisi kemakmuran harus masyarakat tersebut atau masyarakat yang ada di daerah tersebut harus tetap dijaga," tambahnya.
MPR pun menyerap sejumlah aspirasi termasuk soal kuota gas subsidi yang belum didapatkan oleh Natuna. Ia menyoroti Natuna sebagai penghasil gas yang besar untuk skala nasional tetapi belum mendapat hasil yang maksimal terkait itu.
"Ada beberapa daerah, ada beberapa persoalan yang juga harus dipecahkan oleh kita. Salah satu daerah atau persoalan yang cukup penting adalah bahwa Natuna meskipun menghasilkan gas yang cukup besar dalam skala nasional, ternyata di Kabupaten Natuna ini kuota gas subsidi belum didapatkan," ujar Muzani.
Politikus Gerindra ini menekankan sebagai wilayah penghasil gas, Natuna semestinya diprioritaskan mendapat subsidi. Pihaknya akan menyampaikan hal itu ke pemerintah pusat.
"Ini menurut saya adalah sesuatu hal yang harus mendapatkan perhatian dan keseriusan kami dan kami akan sampaikan kepada pemerintah pusat bahwa daerah penghasil gas harus, mestinya harus mendapatkan prioritas untuk mendapatkan kuota gas subsidi. Di Natuna ini belum ada kuota gas subsidi menurut laporan dan keterangan yang disampaikan oleh Bupati kepada kam," kata dia.
Muzani juga berharap pelayanan kesehatan di Natuna ditingkatkan. Ia menyinggung arahan yang selalu ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Yang kedua ada beberapa persoalan tadi disebutkan tentang pelayanan kesehatan yang masih harus ditingkatkan. Dan Wakil Menteri Kesehatan menjanjikan akan memberi perhatian yang serius di daerah ini karena sudah ada perintah dari Presiden, Presiden Prabowo agar memberi perhatian terhadap persoalan kesehatan yang lebih maksimal di daerah-daerah perbatasan," kata Muzani.
Ia menyebut harga pangan di Natuna juga relatif lebih mahal 20-30 persen dari daerah lain. MPR RI pun memberikan sejumlah solusi untuk mengatasi hal itu.
"Tentang harga pangan di sini relatif lebih mahal antara 20 sampai 30 persen bila dibandingkan dengan harga normal di tempat lain. Itu pun tadi sudah dijelaskan oleh Kementerian Perdagangan," ujar Muzani.
"Kemudian ada beberapa hal lagi misalnya perlu ada support terhadap sarana transportasi seperti dermaga, jembatan, dan cold storage di daerah-daerah nelayan, perkampungan-perkampungan nelayan. Dan sudah dijawab juga oleh Kementerian KKP," sambungnya.
Ia berharap kehadiran MPR di Natuna mampu memberi jawaban atas permasalahan yang dihadapi masyarakat. Muzani menekankan Natuna sebagai garda terdepan wilayah kedaulatan RI mesti menjadi atensi semua pihak.
"Mudah-mudahan kehadiran kami di Natuna ini bisa mendapatkan solusi dari beberapa persoalan yang diharapkan sehingga Natuna sebagai garda terdepan dari wilayah perbatasan kita, kehadiran negara akan semakin dirasakan dan kedaulatan kita akan semakin kuat di Natuna ini," imbuhnya.