NADIKABAR.COM — 35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi ditutup pagi ini. Acara yang berlangsung sejak 27 Agustus 2026 itu menghasilkan sejumlah keputusan, salah satunya terpilihnya KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Dalam pidato perdananya saat penutupan Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin mengatakan seluruh rangkaian proses muktamar tahun ini berjalan lancar.

"Kita merasakan semuanya berjalan lancar. Mulai dari awal, proses-proses berjalan lancar, proses persidangan berjalan lancar, proses-proses kita pembahasan semuanya rasanya banyak solusi-solusi yang bisa dicapai. Ini saya gak tahu mungkin ini barangkali barokahnya pondok (pesantren) Tambakberas ini," kata Gus Kikin dalam penutupan Muktamar NU di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, yang juga disiarkan secara daring lewat YouTube TVNU, Senin (31/8/2026).

Cicit KH Hasyim Asy'ari itu ingin menjadikan naskah Qanun Asasi sebagai panduan NU dalam perjalanan jamiyyah ke depan. Gagasan itu berangkat dari penemuan naskah autentik Qanun Asasi ketika Gus Kikin bertugas di Pesantren Tebuireng.

"Kebetulan saya juga ada menemukan satu naskah yang ditulis oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari, (yaitu) Qanun Asasi," ujarnya.

"Qanun Asasi ditulis tahun 1926, selesai 1928 itu kemudian diimplementasikan di kegiatan NU dan itu merupakan road map," imbuh Gus Kikin menguraikan.

Dokumen bersejarah dari KH Hasyim Asy'ari itu menurutnya relevan dipelajari lagi untuk diimplementasikan dalam menjawab tantangan NU di era modern.

"Rasanya tidaklah mustahil kalau itu kemudian diimplementasikan lagi di jaman sekarang, di mana NU menapak perjalanannya di abad ini dengan Qanun Asasi," tandasnya.