Volume sampah yang berlebih membuat TPS Rawajati Barat harus membatasi aktivitas pengangkutan. Truk sampah diliburkan selama tiga hari dalam satu minggu sebagai bagian dari penyesuaian operasional di tengah tingginya timbunan sampah.

Jenis sampah yang paling banyak diterima di TPS tersebut adalah sampah residu dan organik. Kedua jenis sampah ini kerap belum terpilah dengan baik sejak dari sumbernya sehingga menambah beban proses pengelolaan di tempat penampungan.

Persoalan sampah di Rawajati Barat mencerminkan tantangan pengelolaan sampah yang lebih luas di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebutkan bahwa produksi sampah di seluruh wilayah ibu kota mencapai sekitar 9.000 ton per hari.