"Nilai-nilai perjuangan itu saya pikir sejalan dengan keteladanan Rasulullah SAW yang mengajarkan kasih sayang, kejujuran, dan pengabdian kepada umat," imbuhnya.
Khofifah mengatakan, zikir dan doa bersama juga menjadi ikhtiar spiritual atas nikmat kemerdekaan. Selain itu, peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
"Sebenarnya Maulid Nabi Muhammad SAW itu memang berdekatan dengan 17 Agustusan. Tapi karena cintanya kita kepada Rasulullah, peringatan Maulid Nabi memang kita perpanjang dan kita lakukan terus menerus sesuai kemampuan," katanya.
Ia pun meminta masyarakat Jawa Timur menjadikan zikir dan doa sebagai salah satu instrumen dalam membangun daerah. Menurutnya, pembangunan tidak hanya membutuhkan ikhtiar lahir melalui kerja keras, tetapi juga doa agar mendapat keberkahan dan kemudahan dari Allah SWT.
"Kalau Allah tidak ridha, kita tidak akan bisa melakukan apapun. Dan tanpa pengorbanan para pendahulu, kita tidak akan ada di sini," tutur Khofifah.
Ia juga mengajak masyarakat mendoakan para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan Indonesia.