"Mari kita kirimkan doa terbaik untuk pahlawan bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan Indonesia. Semoga seluruh amal baktinya diterima Allah SWT dan menjadi inspirasi bagi kita untuk terus mengabdi kepada masyarakat," lanjutnya.

Khofifah menambahkan, semangat kemerdekaan masih terasa meski telah memasuki awal September. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga nasionalisme melalui gotong royong dan pengabdian sesuai bidang masing-masing.

"Mari kita isi kemerdekaan dan peringatan Maulid Nabi dengan karya terbaik kita. Kita juga perlu isi dengan menjaga persaudaraan, memperkuat toleransi, serta terus menebarkan optimisme," pungkasnya.

"Insya Allah, dengan ikhtiar dan doa, Jawa Timur akan semakin maju, semakin kuat, dan cita-cita mewujudkan Indonesia Emas dapat kita raih bersama," imbuh Khofifah.

Acara tersebut berlangsung khidmat dengan lantunan tahlil dan istighosah serta pembacaan Sirah Nabawiyah. Tausiyah disampaikan KH Muzzaky Al Hafidz sebelum jamaah mengikuti Mahallul Qiyam, muhasabah, doa, dan Sholawat Kemerdekaan.

Turut hadir Bupati Sidoarjo Subandi, Founder Pondok Pesantren Digipreneur Al Yasmin Helmy M Noor, Pembina MDS Al-Yasmin Yuni, serta segenap jamaah Al-Yasmin.