NADIKABAR.COM — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pasokan dan kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM), terutama Biosolar dan Pertalite, hingga ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU)."Saya bersama Mas Emil ini sebetulnya ingin mendapatkan penjelasan dan kepastian bahwa pasokan BBM, terutama Biosolar dan Pertalite aman sampai di SPBU. Jika stok kita aman, mohon ketersedian dan distribusi juga harapannya semua betul-betul lancar dan aman," ujar Khofifah dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Selasa.

Khofifah Indar Parawansa bersama Emil Elestianto Dardak bertemu dengan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika di Jakarta. Juga hadir Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman serta jajaran PT Pertamina Patra Niaga.Khofifah mengatakan, kepastian stok di depo atau terminal BBM harus diikuti kelancaran distribusi hingga SPBU, menyusul antrean panjang kendaraan di sejumlah daerah di Jawa Timur.Menurut dia, gangguan distribusi Biosolar dapat berdampak pada transportasi, logistik, kegiatan usaha, hingga aktivitas nelayan."Jadi misalnya kalau sampai Biosolar itu susah di SPBU, maka dampaknya akan sangat terasa bahkan sampai ke nelayan," katanya.Khofifah meminta pengawasan distribusi diperketat, termasuk menindak tegas dugaan penyimpangan penyaluran BBM bersubsidi.Ia juga mengusulkan penambahan tim pengawasan untuk mengantisipasi penimbunan dan pembelian dalam jumlah besar yang berpotensi disalahgunakan. Selain itu, pemantauan digital perlu diimbangi pengecekan langsung di lapangan.