Ia mengatakan perusahaan berkomitmen melanjutkan kerja sama dengan pemerintah daerah dan institusi pendidikan, terutama melalui program magang serta kunjungan pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK).
"Mereka mendapat bekal ilmu yang mungkin tidak didapatkan di sekolah misalnya teknik pengelasan dan perakitan. Selain menambah wawasan dan pengalaman, kolaborasi dengan institusi pendidikan yang ada untuk membuka peluang lapangan kerja," katanya.
Soni mengatakan pengembangan produk Polygon menyasar pasar domestik dan internasional. Sekitar 70 persen pasarnya berada di Eropa, terutama Prancis, selain Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.
"Mengembangkan ekspor kebanggaan bagi industri nasional," katanya.