Khofifah menyebut, perkembangan teknologi dan ekonomi digital, perubahan iklim, bonus demografi, perkembangan dunia pendidikan dan ketenagakerjaan, hingga dinamika geopolitik sebagai bagian dari tantangan yang membutuhkan respons bersama. NU, menurutnya, memiliki ruang yang besar untuk menghadirkan gagasan sekaligus solusi yang berakar pada nilai keagamaan dan kebangsaan.
Ia berharap Muktamar ke-35 dapat memperkuat kepemimpinan organisasi yang mampu merawat persatuan dan mengayomi seluruh elemen Nahdlatul Ulama. Dinamika dan perbedaan pandangan dalam sebuah organisasi merupakan hal yang wajar, tetapi seluruh proses tersebut harus tetap ditempatkan dalam bingkai persatuan dan kepentingan bersama.
"Soliditas dan persatuan harus menjadi kekuatan utama agar NU semakin besar manfaatnya bagi umat dan bangsa," tuturnya.
Selain konsolidasi organisasi, Khofifah juga melihat pentingnya penguatan ekonomi warga Nahdliyin menjadi salah satu perhatian penting dalam agenda NU ke depan. Menurutnya, jumlah warga Nahdliyin yang besar merupakan potensi ekonomi sekaligus kekuatan sosial yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penguatan ekonomi tersebut dapat dilakukan melalui pengembangan UMKM, koperasi, pendidikan vokasi, ekonomi syariah, serta berbagai sektor produktif yang dapat membuka kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
"Warga Nahdliyin harus semakin berdaya, mandiri dan produktif. Ini bisa dilakukan melalui UMKM, koperasi, pendidikan vokasi, ekonomi syariah maupun penguatan sektor-sektor produktif," katanya.