Khofifah juga menilai peran NU sebagai kekuatan moderasi perlu terus diperkuat. Nilai toleransi, kerukunan, keseimbangan, dan penghormatan terhadap perbedaan menjadi modal penting dalam menjaga kehidupan sosial yang damai, terlebih di tengah derasnya arus informasi dan perubahan sosial.
Semangat moderasi tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari kontribusi penting NU dalam menjaga persatuan Indonesia. NU diharapkan terus menjadi ruang yang mampu mempertemukan berbagai perbedaan sekaligus memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.
"Semangat moderasi ini harus terus dirawat sebagai bagian dari kontribusi NU bagi Indonesia," katanya.
Khofifah berharap, seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU di Jombang berlangsung dengan suasana sejuk, penuh kekeluargaan, demokratis, serta mengedepankan kemaslahatan umat. Ia juga berharap setiap keputusan yang lahir dari forum tersebut dapat menjadi pijakan bagi NU untuk memperkuat khidmat organisasi sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat.
"Mudah-mudahan Muktamar NU menghasilkan keputusan terbaik, memperkuat persatuan, menjaga tradisi keulamaan, sekaligus membawa NU semakin responsif terhadap tantangan zaman. Semoga NU semakin kuat dan semakin besar kontribusinya untuk kemajuan bangsa Indonesia," harapnya.
"Dari forum inilah kita berharap lahir keputusan-keputusan yang tidak hanya penting bagi jam'iyah Nahdlatul Ulama, tetapi juga memberi manfaat bagi perjalanan Indonesia ke depan," tandasnya.