"Jadi yang perlu kita evaluasi adalah time delivery dan time serving-nya. Jangan sampai makanan terlalu lama berada pada suhu ruang sebelum dikonsumsi," ujarnya.
Dari evaluasi sementara, menu, bahan dan proses memasak disebut sama dengan makanan yang didistribusikan ke lembaga penerima lainnya. Karena itu, keterlambatan pengiriman dan penyajian menjadi salah satu fokus utama evaluasi.
Makanan yang terlalu lama berada pada kondisi yang tidak sesuai standar penyimpanan berpotensi mengalami pertumbuhan mikroorganisme atau terbentuknya toksin yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Namun, penyebab pasti keracunan tetap harus dipastikan melalui pemeriksaan dan pengujian oleh pihak berwenang.
Sementara itu, kondisi para santri yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit terus membaik.
Di RS Siti Hajar, misalnya saat ini, terdapat 27 pasien yang sebelumnya menjalani perawatan. Sebanyak 24 pasien dinyatakan sudah membaik dan diperbolehkan pulang pada Kamis pagi. Keluhan seperti mual dan pusing juga telah menghilang.