"Jadi tidak benar kalau Islam Ala Prabowo terus Islam itu menurut Prabowo begini begitu, tidak! Tapi harusnya kacamata Islam: Tasharruful imam 'alar ra'iyyah manutun bil maslahah atau kiprah seorang pemimpin untuk rakyatnya harus diorientasikan untuk kepentingan rakyat," jelasnya.

"Dan Prabowo dalam pidato-pidatonya mementingkan kepentingan rakyat, dan sudah melakukan pemberantasan korupsi," tambahnya.

Kiai Asep mengakui bahwa dirinya memang menulis epilog dalam buku itu. Buku itu merupakan sudut pandang dari sejumlah ulama di Indonesia terhadap gaya kepemimpinan Prabowo.

"Saya memang menulis, tapi saya kan menulis tentang Umar bin Abdul Aziz. Umar bin Abdul Aziz ini seorang khalifah yang berhasil membuat masyarakatnya maju, adil, sejahteran, dan makmur. Kunci utamanya dalam membuat sejahtera itu tegas dalam membeberantas korupsi, dalam menegakkan keadilan, dalam menghilangkan nepotisme dan kolusi, itu kunci utamanya," jelasnya.