"Dan saya yakin Pak Prabowo bisa melakukan itu. Dan saya berharap bahwa apa yang terjadi pada Umar bin Abdul Aziz itu dibaca oleh Pak Prabowo dan Prabowo menjadikannya sebagai referensi," tambahnya.
Terkait banyak ulama-ulama yang menyatakan mengaku tidak ikut menulis, Kiai Asep ogah mengomentari hal tersebut.
"Aduh, saya nggak tahu lah. Saya khawatirnya lempar batu sembunyi tangan. Kalau saya kan terang-terangan saja, blak-blakan saja," jelasnya. "Saya menulis epilog, apa itu bukan dakwah? Kan dakwah. Untuk bagaimana Pak Prabowo menjadi seperti Umar bin Abdul Aziz. Kalau seandainya bisa seperti itu kan betapa hebatnya, ada persamaan keberanian. Tapi di sinilah yang harus dibuktikan tentang keberaniannya Pak Prabowo. Umar bin Abdul Aziz berani, masih muda orangnya. Pak Prabowo kan juga berani," tandasnya.