NADIKABAR.COM β Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KHR Ahmad Azaim Ibrahimy mengatakan Hari Santri Nasional tidak sekadar menjadi peringatan tahunan, tetapi juga pijakan nilai dan landasan pemikiran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
βArtinya, Hari Santri Nasional adalah pandangan hidup, atau landasan pemikiran, pilar penopang atau dasar kaum santri untuk negeri,β kata Kiai Azaim di Situbondo, Jawa Timur, Kamis.
Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo, itu menjelaskan bahwa Hari Santri perlu dimaknai sebagai pandangan hidup yang memperkuat keteraturan dan kedamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut dia, nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Hari Santri menggambarkan prinsip dasar yang menopang keteraturan dan peradaban bangsa Indonesia.
Kiai Azaim menegaskan bahwa mempertahankan kemerdekaan Indonesia merupakan amanah dan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan pesantren yang menjadi bagian dari umat Islam di Indonesia.
βAda poin mempertahankan kemerdekaan negara Indonesia yang wajib dibela oleh seluruh lapisan bangsanya, termasuk insan pesantren dari kalangan umat Islam Indonesia yang mayoritas,β kata cucu Pahlawan Nasional KHR As'ad Syamsul Arifin itu.
Ia mengingatkan bahwa semangat perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan memiliki landasan sejarah, salah satunya Resolusi Jihad yang dikeluarkan PBNU pada 22 Oktober 1945 di Surabaya.