NADIKABAR.COM — Sembilan ulama anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) tahun 2026-2031 ditetapkan dalam sidang pleno V Muktamar ke-35 NU. Pengasuh PP Al Falah Ploso, Kediri, KH Nurul Huda Djazuli meraup suara tertinggi.

Anggota AHWA merupakan usulan dari seluruh PC, PCI dan PWNU. Selanjutnya, semua usulan ditabulasi untuk menyaring 9 nama ulama yang meraih suara tertinggi sebagai anggota AHWA.

Hasil tabulasi sekaligus pengukuhan 9 anggota AHWA dibacakan Pimpinan sidang pleno V, Ketua PWNU Sumbar Prof Ganefri. Pengasuh PP Al Falah Ploso KH Nurul Huda Djazuli menempati posisi pertama. Kiai Djazuli meraup 486 suara.

Disusul Rais Syuriah PWNU Aceh TGK KH Nuruzzahri Yahya atau Waled NU 478 suara, Pengasuh PP An Nahdlah Makassar AG KH Baharuddin HS 392 suara, Rais Aam PBNU 2021-2026 KH Miftachul Akhyar 351 suara, Ahli Fikih dari PP Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo KH Afifuddin Muhajir 340 suara.

Kemudian Ketum MUI dan Pengasuh PP Al Amien KH Anwar Iskandar meraup 327 suara, Pengasuh PP Lirboyo KH Anwar Manshur 304 suara, Pengasuh PP Al Muhajirin Purwakarta KH Abun Bunyamin 297 suara, serta Mantan Ketum PBNU yang saat ini menjadi Mustasyar PBNU KH Said Aqil Siradj 273 suara.

"Nama-nama yang disebutkan di atas sebagai AHWA Muktamar ke-35 yang akan melakukan persidangan untuk memilih dan menetapkan Rais Aam PBNU masa khidmat 2026-2031. Dengan segala hormat, anggota AHWA yang sudah ditetapkan untuk bersidang," terang Prof Ganefri di arena sidang pleno V, halaman Gedung Serba Guna (GSG) KH Hasbullah Said, Pondok Pesantren (PP) Bahrul Ulum, Jombang, Minggu (30/8/2026).

Untuk menghemat waktu, Prof Ganefri lantas menawarkan kepada muktamirin agar proses pemilihan Ketua Umum PBNU masa bakti 2026-2031 digelar paralel dengan sidang AHWA. Seperti diketahui, 9 anggota AHWA bersidang untuk menentukan Rais Aam PBNU.

"Kami juga menawarkan kepada para peserta muktamar untuk mengingat waktu, maka proses pemilihan ketua umum bisa kita lakukan paralel dengan AHWA bersidang," ujarnya yang langsung disetujui para muktamirin.