"Kalau bisa alat beratnya cepat datang, ya kita bisa cepat atasi. Ya kurang lebih dua sampai tiga hari (proses pemadaman)," ujar Tirana.

"Mengingat luasnya, sangat luas dan juga medan yang kita tangani cukup lumayan ini, semua tertutup seng," sambungnya.

Tirana memastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Dia mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

"Tetap waspada dan jangan sekali-sekali sampai ada masyarakat Denpasar yang membakar sampah sembarangan," pungkasnya.

Kebakaran berdampak terhadap seratusan warga dari 23 kepala keluarga (KK). Mereka kini mengungsi di Musala Al-Ikhlas, salah satu bangunan yang masih berdiri di tengah lokasi kebakaran.

Pada Selasa sore, warga memenuhi halaman musala. Bantuan dari sejumlah donatur berdatangan, mulai makanan hingga pakaian. Sebagian pengungsi memilah pakaian donasi karena pakaian mereka ikut terbakar.

Asmuni, salah seorang pengungsi, mengaku belum tidur dan mandi sejak kebakaran terjadi.

"Nggak bisa tidur. Belum mandi, belum tidur sampai sekarang," kata Asmuni sambil tertawa kecil.