Sebagian besar warga sehari-hari bekerja sebagai pengepul barang bekas. Namun, mereka kini belum bisa kembali bekerja karena tempat tinggal sekaligus lokasi aktivitas mereka terbakar.
"Nggak ada sama sekali (tidak bisa kerja)" tambah Asmuni.
Asmuni yang telah tinggal di kawasan tersebut sekitar 15 tahun berharap mendapat bantuan sembako.
"Mungkin ada (perlu bantuan) sembako-sembako mungkin," ucapnya.
Asmuni mengatakan sekitar 100 rumah terdampak kebakaran. Warga lainnya, Tukiran, mengaku mendengar suara ledakan saat kebakaran terjadi pada Senin malam.
Menurut Tukiran, sejumlah kendaraan dan bangunan semi permanen turut terbakar.
"Mobil Avanza, pikap, itu ada. Rumah semipermanen itu semua terbakar. Banyak sekali, cuma nggak dihitung," ujar Tukiran.