NADIKABAR.COM — PT Pertamina Patra Niaga menyampaikan untuk membangun proyek bioavtur/biorefinery Cilacap yang mengubah minyak jelantah (Used Cooking Oil/UCO) menjadi bahan bakar ramah lingkungan membutuhkan total investasi sebesar US$ 1,1 miliar atau sekitar Rp 19,25 triliun (kurs Rp 17.500).
Salah satunya akan memproduksi bahan bakar pesawat ramah lingkungan atau sustainable aviation fuel (SAF/bioavtur). Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Hermawan Budiantoro mengatakan proyek tersebut masih dalam tahap pengembangan. Adapun masterplan-nya telah dilakukan pada 2025 lalu, mulai dari engineering design, rencana pembangunan hingga proses tender.
"Pada 2026 ini kita melakukan proses FID (Final Investment Decision) dan partnership process untuk menentukan partner," ujar Hermawan dalam acara Pertamina Media Xpose di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (10/9/2026).