NADIKABAR.COM — Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un memamerkan rudal balistik antarbenua (ICBM) yang diklaim mampu menjangkau wilayah Amerika Serikat (AS).

Momen itu, seperti dilansir Reuters, Selasa (13/10/2026), terjadi saat Kim Jong Un menghadiri pembukaan museum industri pertahanan yang baru, yang bernama Museum Revolusi Pertahanan, pada Minggu (11/10) waktu setempat. Dalam kunjungannya, Kim Jong Un didampingi istri, Ri Sol Ju, dan putrinya, Ju Ae.

Kantor berita Korean Central News Agency (KCNA) merilis foto-foto yang menunjukkan bahwa museum tersebut memamerkan berbagai persenjataan yang dikembangkan di bawah kepemimpinan Kim Jong Un, mulai dari drone hingga rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasong-20.

Dituturkan Sekretaris Jenderal Forum Pertahanan dan Keamanan Korea, Shin Jong Woo, bahwa sebuah display di depan peluncur rudal Hwasong-20 tampak memperlihatkan desain hulu ledak multiple dan peta dunia yang menggambarkan jangkauan serangan yang melampaui daratan utama AS hingga Timur Tengah, Australia, dan Amerika Selatan.

"Pameran ini tampaknya bertujuan untuk menyoroti pencapaian program pengembangan sains pertahanan Kim. Hal ini memberikan kesan sebagai propaganda yang dimaksudkan untuk meraih keuntungan strategis menjelang potensi pertemuan puncak antara Korea Utara dan AS," sebut Shin.

Para analis juga mengatakan bahwa museum tersebut juga mencerminkan upaya lebih luas dari Kim Jong Un untuk mengubah pameran persenjataan Korut menjadi simbol abadi atas pencapaian militer rezim tersebut.

"Dengan mengubah pameran senjata yang dulunya bersifat sementara menjadi museum permanen, Kim melembagakan pencapaian militernya dan menampilkan pengembangan kemampuan nuklir dan rudal Korea Utara sebagai warisan yang telah rampung dan abadi," kata Profesor Lim Eul Chul dari Institut Studi Timur Jauh pada Universitas Kyungnam.

Laporan ini muncul sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya mungkin bertemu Kim Jong Un dalam kunjungan yang direncanakan ke Asia. Trump diperkirakan akan menghadiri KTT APEC di China pada pertengahan November.

Secara terpisah, Korut mengumumkan pihaknya telah melakukan uji coba peluncuran rudal balistik pada Senin (12/10) untuk memastikan keberhasilan upgrade teknis pada komponen utama yang tidak disebutkan secara spesifik.

KCNA menyebut upgrade tersebut menandai langkah penting dalam meningkatkan kinerja seluruh sistem persenjataan ofensif Korut.

Pengumuman itu disampaikan setelah Korea Selatan (Korsel) mengatakan Korut terdeteksi meluncurkan sejumlah rudal balistik ke arah lepas pantai timurnya. Itu menjadi peluncuran keempat yang dilakukan Pyongyang dalam sebulan terakhir, menyusul uji coba rudal hipersonik yang dilakukan Seoul baru-baru ini.