Ia menilai edukasi tersebut penting karena masyarakat kini semakin mudah mengakses informasi melalui telepon seluler, situs web, dan media sosial. Namun, derasnya arus informasi juga membuat masyarakat berisiko menerima informasi tanpa sempat memeriksa kebenarannya.
Karena itu, ia mengingatkan generasi muda agar tidak langsung mempercayai informasi atau tawaran yang ditemukan di ruang digital. Salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah tawaran pinjaman online yang tidak jelas asal-usulnya.
Dia mengimbau masyarakat untuk memeriksa informasi dan legalitas penyedia layanan sebelum mengunduh aplikasi atau memberikan data pribadi. Aplikasi yang tidak jelas asal-usulnya berpotensi membuka celah penyalahgunaan data pengguna maupun anggota keluarga.
βKalau mendapatkan informasi atau tawaran tertentu yang sifatnya pinjaman online, perlu diklarifikasi, jangan asal mengunduh atau membuka APK,β katanya pula.