Dikutip dari People, gagasan pembuatan inkubator bayi sendiri sebenarnya tidak datang dari laboratorium canggih, melainkan dari sebuah tempat yang tak terduga. Ide ini dicetuskan oleh dokter spesialis kebidanan asal Prancis, StΓ©phane Tarnier.

Tarnier mendapatkan inspirasi tersebut usai melihat cara kerja mesin penetas unggas di kebun binatang Paris. Dari sana konsep wadah penghangat untuk bayi prematur mulai dikembangkan.

Inkubator versi awal ini masih bekerja secara manual dan dipanaskan menggunakan tangki air. Untuk menjaga suhu tubuh Edith tetap stabil, para perawat kala itu harus bergantian mengganti air penghangat, yang jumlahnya mencapai 57 liter setiap kali suhunya mulai mendingin.

Teknologi ini baru berkembang menjadi inkubator modern dengan kontrol suhu dan kelembapan otomatis setelah era Perang Dunia II.

Uniknya, popularitas dan adopsi penggunaan inkubator secara luas justru berawal dari sebuah tempat hiburan. Seorang pengusaha asal Jerman bernama Martin Couney, yang anak kandungnya sendiri lahir prematur, membuat pertunjukan unik di Coney Island, New York.