Perjalanan tersebut membuat Naya sempat mengalami masa-masa sulit. Ia mengaku pernah merasa kehilangan kehidupan yang selama ini dijalaninya. Namun, keputusan untuk terus bertahan membuatnya mampu melewati berbagai cobaan.

"Aku pernah merasa hancur, merasa hidupku dirampas, tapi aku memilih tidak menyerah. Dan sekarang aku melihat diriku bukan hanya sebagai seseorang yang pernah sakit, tapi seseorang yang berhasil bertahan," sambungnya.

Naya mengungkapkan, saat pertama kali menerima diagnosis, dirinya diliputi rasa takut, kesedihan, hingga kelelahan. Kondisi mentalnya semakin berat karena ia merasa tidak memperoleh dukungan yang cukup dari sebagian orang di sekitarnya.

Di tengah situasi tersebut, kehadiran pasangan menjadi salah satu sumber kekuatan terbesar bagi Naya. Ia bersyukur memiliki pasangan yang terus memberikan perhatian dan dukungan selama menjalani pengobatan.