Guna menunjang kenyamanan, Liu kemudian beralih menggunakan campervan yang dilengkapi fasilitas lengkap, mulai dari tempat tidur, pendingin udara, hingga wastafel. Di dalam kendaraan inilah Liu menjalankan peran multifungsi. Ia tidak hanya menjadi sopir dan koki, tetapi juga bertindak sebagai tenaga medis yang mengurus obat-obatan serta mendampingi latihan rehabilitasi istrinya.

"Kami lebih baik meninggal di perjalanan daripada di ranjang rumah sakit," menjadi prinsip yang terus mereka pegang. Berkat ketelatenan Liu, kondisi fisik istrinya terjaga dari penyusutan otot dan persendian, meski kemampuan menelannya sedikit menurun.

Perjalanan panjang ini juga mempertemukan mereka dengan kebaikan orang-orang asing. Di Fujian, warga sekitar sigap membantu saat kendaraan mereka kehilangan kendali di medan curam. Di Hubei, petugas wisata bahkan membantu mengangkat sang istri agar tetap bisa menikmati fasilitas yang ada. Liu bahkan sempat mencari kembali seorang pemilik salon di Fujian yang pernah menggratiskan jasanya bertahun-tahun lalu sebagai bentuk apresiasi atas kebaikan tersebut.