Di samping analisis kuantitatif, ia juga melakukan analisis kualitatif dari wawancara dan hasil kuesioner ke warga kampus. Hasilnya menunjukkan, jaringan antarzona belum terhubung bagi penguna alat bantu jalan. Aksesibilitas ruas yang ada juga ditemukan masih terkendala.
Berdasarkan temuan tersebut, ia mengusulkan kebijakan perbaikan seperti pembangunan jalur beratap, perbaikan hambatan dan geometri ramp, dan penambahan curb ramp yang dapat membantu penyandang disabilitas.
Ia juga mengusulkan pengadaan rambu dan papan petunjuk di kampus. Pemasangannya dinilai dapat mendukung penyandang disabilitas beraktivitas dan berpindah secara mandiri di kampus.
Natasha kini melanjutkan S2 melalui Program Integrasi Sarjana Magister (PISM) ITB. Jalur khusus ini memungkinkan mahasiswa meraih gelar sarjana dari kampus asal sekaligus gelar magister dari ITB dalam waktu total 10 semester atau 5 tahun.
Pada jenjang magister, Natasha bergelut di Program Studi (Prodi) Magister Sistem dan Teknik Jalan Raya (STJR), yang masih dinaungi FTSL ITB.
Bagaimana pembaca, ingin masuk teknik sipil seperti Natasha? Selamat menyiapkan diri, ya!