Ijazah kini jadi pengingat atas perjalanan dan perjuangan yang telah dilalui Taranda dan keluarganya. Pramanda melihat sendiri bagaimana kedua orang tua Taranda berjuang mendampingi putra mereka selama menjalani perawatan.
Orang tua Taranda merupakan pelaku usaha yang harus menutup warung dan bergantian menjaga ketika Taranda dirawat di rumah sakit. Pramanda mewakili mengambil ijazah lantaran orang tuanya tidak kuat.
"Saya melihat perjuangan orang tuanya. Karena itu, saya mengambil ijazah, karena orang tuanya tidak kuat," ucap Pramanda.
Bagi Pramanda, ijazah Taranda kelak bukan hanya sebuah dokumen. Ia berharap, ijazah itu dapat menjadi pengingat sekaligus bahan pembelajaran bagi adik Taranda tentang perjuangan kakaknya.
"Harapannya dengan adanya ijazah ini, masih bermanfaat untuk adiknya, lebih dewasa lagi, untuk belajar, untuk sekolahnya," sambung Pramanda.
Pramanda berpesan agar mahasiswa yang tengah berjuang menyelesaikan studi untuk ingat perjuangan orang tua. Memang perjuangan itu tidak terlihat, tapi selalu ada doa di setiap langkah mahasiswa.