Penanganan komprehensif yang melibatkan edukasi gizi keluarga, pendampingan psikologis, serta kontrol pola makan menjadi kunci utama untuk menyelamatkan generasi muda Indonesia dari krisis obesitas.
"Pasien obesitas baru datang ke rumah sakit kalau kondisinya sudah parah atau sudah ada penyakit penyerta," kata dr Yoga.
Para ahli kesehatan mengungkapkan bahwa pemicu utama melonjaknya angka obesitas anak adalah melimpahnya produk makanan olahan murah dan tinggi gula, yang dikombinasikan dengan minimnya edukasi mengenai risiko kesehatan jangka panjang.
Anak dengan obesitas berisiko tinggi mengidap penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, hingga asma di masa depan.