"Punya keterbatasan sejak lahir, saya hanya ingin membuktikan bahwa keterbatasan tidak mempengaruhi untuk melangkah. Tidak ada yang tidak mungkin di tengah keterbatasan," sambungnya.
Ia juga berpesan kepada orang-orang dengan kondisi serupa agar tidak mudah menyerah.
"Jangan pernah insecure dan menyerah. Tunjukkan kepada mereka bahwa kami yang punya keterbatasan juga bisa melampaui mereka," pesan pemuda yang telah empat tahun bekerja sebagai montir tersebut.
Pengurus Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Gresik, Moh Hanafi, mengatakan Tim Takraw Adaptive Indonesia telah mendapatkan surat tugas dari PSTI Jawa Timur untuk mengikuti kompetisi di Thailand.
Menurutnya, sepak takraw adaptive belum masuk dalam naungan National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia). Karena itu, keberangkatan para atlet masih mengandalkan biaya mandiri dan dukungan donatur.
"Kami berangkat tanggal 5 sampai 12 September 2026 mendatang. Semuanya biaya mandiri dan dari donatur. Belum ada dukungan dari instansi maupun perusahaan Danantara di Gresik," ungkap Hanafi.
Hanafi mengaku baru mengetahui sosok Ridwan saat berkunjung ke Bawean beberapa waktu lalu. Ia berharap keikutsertaan Ridwan menjadi awal munculnya atlet takraw adaptive dari Gresik di level nasional maupun internasional.
"Kami berharap Ridwan dan tim Indonesia bisa kembali meraih prestasi. Apalagi tahun sebelumnya Indonesia sudah meraih juara," ujarnya.
Hanafi menyebut Timnas Takraw Adaptive Indonesia sebelumnya berhasil meraih medali emas dalam ajang World Abilitysport 2025 di Turki.
"Tahun 2025 di Turki, dalam ajang World Abilitysport, Timnas sepak takraw adaptive Indonesia meraih emas atau juara satu. Saat itu belum ada delegasi Gresik. Semoga nanti pada pelaksanaan tanggal 7 sampai 11, Indonesia kembali juara," pungkasnya.