Ketika Islam semakin menyinari Kota Makkah, Abu Lahab dan istrinya sangat murka. Mereka ingin mempermalukan Nabi Muhammad SAW, bahkan mereka berpikir bahwa Rasulullah SAW merasa nyaman sudah tidak menanggung biaya hidup putrinya lagi.

Abu Lahab berpikir jika Ruqayyah binti Muhammad dikembalikan maka beban Nabi Muhammad SAW akan bertambah. Maka, Abu Lahab meminta putranya untuk membatalkan pernikahan dan mengembalikan Ruqayyah ke rumah Nabi Muhammad SAW.

"Aku akan terus mencela kalian, kecuali kalian menceraikan putri-putri Muhammad!" cerca Abu Lahab kepada putranya.

Padahal saat itu, Ruqayyah dan putra Abu Lahab baru saja menikah dan sama sekali belum melakukan hubungan suami istri. Namun, Utbah lebih menuruti keinginan sang ayah sehingga ia menceraikan Ruqayyah.

Dikembalikannya Ruqayyah bukan menjadi suatu aib bagi Nabi Muhammad SAW, beliau sangat bersyukur. Namun bagaimanapun hal itu juga sebagai bentuk dari penghinaan. Bahkan, gangguan Abu Lahab bertambah dengan keras, dia menyebarkan duri di jalan-jalan tempat Rasulullah SAW lewat.

Setelah berpisah dengan Utbah, Ruqayyah mendapat sosok suami yang mulia karena merupakan sahabat Nabi SAW yaitu Utsman bin Affan. Pernikahan keduanya dikaruniai anak laki-laki yang bernama Abdullah. Namun, anak tersebut wafat ketika usianya menginjak 6 tahun.

Utsman bin Affan meminang Ummu Kultsum pada Rabiul Awal tahun 3 H. Pernikahan mereka berlangsung selama 6 tahun tanpa anak.

Menurut buku Edisi Indonesia: Biografi Utsman bin Affan susunan Ali Muhammad Ash Shalabi terjemahan Masturi Irham dan Malik Supar, Ummu Kultsum merupakan salah satu putri dari Nabi SAW dan Khadijah RA. Kisah awal mula pernikahan Ummu Kultsum dengan Utsman bin Affan dijelaskan dalam sejumlah riwayat.

Dari Said bin Al-Musayab mengatakan,

"Utsman bin Affan ditinggal wafat Ruqayyah binti Rasulullah dan Hafshah binti Umar ditinggal wafat suaminya. Umar datang kepada Utsman dan berkata, "Apakah kamu mau menikah dengan Hafshah?" Utsman telah mendengar Rasulullah yang menyebut Hafshah. Karena itu, Utsman tidak menanggapi tawaran Umar ini.