Umar kemudian menuturkan hal ini kepada Rasulullah, lalu beliau bersabda, "Apakah kamu menginginkan yang lebih baik daripada itu? Aku menikahi Hafshah dan aku menikahkan Utsman dengan perempuan yang lebih baik daripada Hafshah, (yakni) Ummu Kultsum."
Aisyah binti Abu Bakar menceritakan kisah pernikahan Ummu Kultsum dengan Utsman bin Affan. Dia mengatakan,
"Ketika nabi menikahkan putrinya, Ummu Kultsum, beliau bersabda kepada Ummu Aiman, "Persiapkanlah putriku Ummu Kultsum dan antarkanlah kepada Utsman serta iringilah dengan rebana." Ummu Aiman lantas melaksanakan perintah Rasulullah SAW.
Lalu, sang nabi datang ke Ummu Kultsum tiga hari setelah pernikahan. Beliau bertanya, "Wahai putriku, bagaimana kamu mendapati suamimu?" Ummu Kultsum menjawab, "Ia adalah sebaik-baik suami."
Ummu Kultsum meninggal dunia pada Sya'ban tahun 9 Hijriah karena sakit. Kabar duka ini mengundang kesedihan Nabi Muhammad SAW serta Utsman bin Affan.
Sang nabi manyalati dan duduk di atas kubur Ummu Kultsum. Anas bin Malik meriwayatkan bahwa dia melihat nabi duduk di kubur Ummu Kultsum.
Ia berkata, "Aku melihat kedua matanya mengalirkan air mata. Lalu beliau bersabda, "Apakah ada salah seorang di tim redaksi kalian yang tadi malam tidak berbuat dosa?"
Abu Thalhah berkata, "Aku." Beliau bersabda, "Turunlah di kuburnya."
Utsman merasa terpukul dengan kematian sang istri. Rasulullah SAW dapat melihat Utsman berjalan dengan kesedihan. Kesedihan yang dapat terbaca dengan jelas dari raut wajahnya.
Maka beliau mendekati Utsman dan bersabda, "Jika kami memiliki putri yang ketiga, maka kami akan menikahkannya denganmu wahai Utsman."