NADIKABAR.COM — Tim Riset Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) menilai industri energi baru terbarukan (EBT) termasuk panas bumi masih memiliki prospek yang cukup baik di tengah tekanan pasar saham Indonesia saat ini.
"Tim Riset KISI menilai positif prospek industri panas bumi nasional," sebut Tim Riset Kisi dalam keterangan bersama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) di Jakarta, Rabu.
Terkait pergerakan saham PGEO, Tim Riset KISI mencatat sejumlah faktor yang perlu dicermati investor. Katalis utama adalah revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 112 Tahun 2022 mengenai tarif listrik energi terbarukan yang hingga kini belum terbit.
Faktor lainnya meliputi eksekusi proyek, termasuk pengembangan panas bumi Hululais dan proyek co-generation berkapasitas 45 megawatt (MW). Investor juga perlu mencermati porsi saham publik (free float) sebesar 3,9 persen yang wajib dinaikkan secara bertahap, serta pergerakan suku bunga dan nilai tukar rupiah.
Di sisi lain, pendapatan PGEO yang berbasis dolar AS dan terkontrak menjadi penopang di tengah volatilitas pasar.