Menurut KITB, Pemerintah Distrik Qiantang di Hangzhou juga menyatakan kesiapan memfasilitasi penjajakan penanaman modal asal China ke Indonesia, termasuk pembahasan kerja sama lanjutan pada sektor biofarmasi.
KITB turut menjajaki kolaborasi dengan Hangzhou Qiantang Center for Contemporary Internationalization Studies dan China Center for Cooperation on SEZs in BRICS Countries untuk memperluas jejaring promosi investasi kawasan.
Angga mengatakan Industropolis Batang menjadi satu-satunya perwakilan Kawasan Ekonomi Khusus dari Indonesia yang menandatangani nota kesepahaman dengan kawasan ekonomi di China dalam rangkaian forum tersebut.
Hingga September 2026, KITB mencatat komitmen investasi di Industropolis Batang mencapai Rp114,5 triliun.
Salah satu investasi yang telah masuk ke kawasan tersebut berasal dari PT LBM Energi Baru Indonesia senilai sekitar Rp1,5 triliun di atas lahan seluas 31,72 hektare.
Investasi tahap pertama tersebut sebelumnya diproyeksikan menyerap hingga 1.000 tenaga kerja.