Korban akhirnya ditemukan di perairan Pulau Tioman, Malaysia, pada Kamis, 15 Oktober 2026. Korban dan kapalnya hanyut karena kehabisan bahan bakar serta perbekalan.

Setelah dievakuasi, korban menjalani pemeriksaan kesehatan serta mendapatkan bantuan akomodasi sementara dan logistik.

Pelaksana Fungsi Konsuler 3 KJRI Johor Bahru Dhania Afini Lestari menyampaikan proses pemulangan dilakukan pada Sabtu.