Sementara itu, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru Sigit S Widiyanto, yang hadir langsung menyaksikan kedua penandatanganan tersebut, menekankan bahwa realisasi tindak lanjut yang terukur merupakan kunci utama agar nota kesepahaman ini memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi kedua belah pihak.
Menurutnya, kesepakatan ekspor pangan tidak hanya memperkuat posisi produk Indonesia di Johor dan Pahang, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi ekspansi pasar ke Melaka dan Negeri Sembilan.
Di sisi lain, kolaborasi antara Kadin Dumai dan MEDC diharapkan mampu melahirkan kemitraan investasi baru di berbagai sektor prioritas.
"KJRI Johor Bahru berkomitmen untuk terus mengawal komunikasi berkala dan memfasilitasi pertemuan bisnis teknis lanjutan bagi para pihak," kata Konjen Sigit.
Dia menyampaikan upaya ini merupakan bagian dari langkah berkelanjutan perwakilan RI dalam memperkuat arus perdagangan bilateral, memperluas jejaring niaga, serta memperkokoh kemitraan ekonomi Indonesia-Malaysia di koridor selatan Semenanjung.