"Mereka memahami kok, mereka menyadari. Mengakui, ada penyesalan. Iya, sudah sangat menyesal mereka," katanya.

Dia berharap kasus tersebut menjadi pembelajaran bagi tenaga kesehatan lainnya. Arianti memahami beban kerja nakes yang berat, namun meminta mereka tidak melampiaskan kelelahan maupun kekesalan melalui media sosial.

"Kita juga menyesali, tapi mudah-mudahan ini pembelajaran dan saya berharap ini pembelajaran untuk para nakes dan nakes yang lain," ujarnya.

"Kami tahu mereka sangat capek, bebannya banyak, tapi pada saat lelah atau apa, jangan menggunakan media untuk melakukan atau mencurahkan kekesalan atau kelelahan," sambung Arianti.